BAB 1
PENDAHULUAN
1. Latar
belakang
Berbagai definisi tentang sains, teknologi
dan seni telah di berikan oleh para filosof, ilmuan dan budayawan seolah-olah
mereka mempunyai definisi masing-masing sesui dengan apa yang merka senangi.
Sains
di Indonesia menjadi ilmu pengetahuan sedangkan dalam sudut pandang filsafat
ilmu, pengetahuan dengan ilmu sangat berbeda maknanya. Pengetahuan adalah
seghala sesuatu yyang diketahui manusia melalui tangkapan pancaidra, intuisi
dan firasat sedangkan, ilmu adalah pengetahuan yang sudah diklasifikasi,
diorganisasi, disistemanisasi dan diintrapetasi sehingga menghasilkan kebenaran
ojektif.
2. Rumusan
masalah
-
Apakah itu iptek
-
Bagaimana penalaran ipteks dalam kehidupan
sehari-hari
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1. PENGETIAN
IPTEKS
Pengetahuan
yang di miliki manusia ada 2 jenis, yaitu:
-
Dari luar manusia, ialah wahyu, yang hanya di
yakini bagi mereka yang beriman kepada allah swt yang sifatnya mutlak.
-
Dari dalam dieri manusia, dibagi dengan 3
kategori yaitu pengetahuan,
Al Quran dan As-sunnah adalah sumber islam
yang isi keteranganya mutlak dan wajib diyakini. Kata ilmu dengan berbagai
bentuknya terulang 854 kali dalam Al-Quran. Kata ini di gunakan dalam arti
proses pencapaian pengetahuan dan objek pengetahuan seningga memperoleh
kejelasan.
Dalam kajian filsafat, setiap ilmu
membatasi diri pada salasatu bidang kajian. Sebab itu seseorang yang
memperdalam ilmu tertentu disebut sebagai spesialis, sedangkan oramg yang
banyak tahu tetapi tidak mendalam disebut generalisis. Karena keterbatasan
kemampuan manusia, maka sangat jarang ditemukan orang yang menguasai beberapa
ilmu secara mendalam.
Dalam pemikiran sekuler yang bersumber
dari wahyu allah tidak diakui sebagai ilmu, bahkan mereka mempertantangkan
antara wahyu dengan akal, agama dipertentangkan dengan ilmu. Sedangkan dalam
ajaran islam wahyu dan akal, agama dam ilmu harus sejalan tidak boleh
dipertentangkan.
2.
SUMBERIPTEKS
Dalam pemikiran islam,ada 2 sumber
ilmu yaitu akal dan wahyu. Keduanya tidak boleh dipertentangkan. Manusia diberi
kebebasan dalam mengembangkan akal budinya berdasarkan tuntunan Al Quran dan
Sunnah rasul. Atas dasar itu, ilmu ddalam pemikiran islam ada yang bersifat
abadi tingkat kebenarannya mutlak karena bersumber dari allah. Adapola ilmu
yang bersifat perolehan tingkat kebenaranya bersifat nisbi karena bersumber
dari akal pikiran manusia.
3.
INTEGRASI IMAM,ILMU DAN AMAL
Menurut oslam, ilmu pada hakekatnya
tidak bersifat dikotomik sepeti: ilmu agama-ilmu umum, ulama-intelektual,
madrada-sekolah, santri-pelajar dan sebagainya. Menurut Al quran, 2 ayat allah
dihadapkan kepada manusia:
# ayat al-kauniyah (alam semesta
dan manusia)
# ayat al-kauliyah (al quran dan
sunnah rasul)
Interpretasi manisia terhadap
fenomena kauniyah melahirkan ilmu pengetahuan. Interpretasi manusia terhadap
fenomena kauliyah melahirkan pemahaman agama. Kebenaran hakiki dan sumber ilmu
iyalah pada allah swt. Ilmu harus difunsikan sebagai petunjuk.
Perbuatan baik seseorang tidak akan
bernilai amal saleh apabilah perbuatan tersebut tidak dibangun diatas nilai-nilai
iman dan ilmu yang benar. Sama halnya dengan pengembangan ipteks yang lepas
dari keimanan dan ketakwaan tidak akan bernilai ibadah serta tidak akan
menghasilkan kemaslahatan bagi umat manusia dan alam lingkungannya bahkan akan
menjadi malah petaka bagi kehidupannya sendiri.
4. Tanggung
jawab ilmuan terhadap alam dan lingkungannya
Ada 2
fungsi utama manusia didunia yaitu sebagai abdun (hamba Allah) dan sebagai
khalifa Allah di bumi. Esensi dari abdun adalah ketaatan, ketundukan dan
kepatuhan kepada kebenaran dan keadilan Allah, sedangkan esensi khalifa adalah
tanggung jawab terhadap diri sendiri dan alam lingkungannya, baik lingkungan
social maupun lingkungan alam.
Dalam
konteks abdun, manusia menempati posisis sebagai ciptaan Allah. Posisis ini
memiliki konsekuensi adanya keharusan manusia untuk taat dan patuh kepada
penciptanya.
Manusia
diciptakan Alaah dengan 2 kecendrungan yaitu kecendrungan kepada ketaqwaan dan
kecendrungan kepada perbuatan fisik. Dengan kedua kecendrungan tersebut, Allah
memberikan petunjuk berupa agama sebagai alat bagai manusia untuk mengarahkan
potensinya kepada keimanan dan ketaqwaan bukan pada kejahatan yang selalu di
dorong oleh nafsu amarah.
Fungsi
kedua sebagai khalifah atau wakil Allah dimuka bumi. Manusia diberikan
kebebasan untuk mengesplorasi, menggali sumber-sumber daya serta
memanfaatkannya sebesar besar kemanfaatan untuk kehidupan umat manusia dengan
tidak menimbulkan dampak negative terhadap lingkungan, karena alam diciptakan
untuk kehidupan manusia sendiri. Untuk menggali potensi alam dan
memanfaatkannya diperlukan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadai.
·
Pertanyaan
1. Perbedaan
ilmu dan pengetahuan
2. Manusia
diciptakan dengan 2 kecendrungan pada perbuatan fisik dan kepada ketaqwaan
3. Apa
kaitan ipteks dengan agama islam
4. Apa
kesimpulan dari materi anda
5. Apa
contoh pengembangan pengetahuan pada saat ini
BAB III
1. KESIMPULAN
Ilmu
pengetahuan itu sangat penting baik dunia maupun akhirat agar ilmu yang kita
miliki dapat bermanfaat dan berguna baik untuk diri sendiri maupun untuk orang
lain. Serta tanggung jawab sebagai hamba Allah.
11. SARAN
Jangan
pernah berhenti untuk menuntut ilmu baik alam maupun agama karena itu sangat
berguna bagi kita.jadi teruslah meneuntut ilmu yang sebanyak-banyaknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar