slide show

Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info

Jumat, 01 Februari 2013

IPTEK AGAMA ISLAM




BAB 1
PENDAHULUAN
1.     Latar belakang
Berbagai definisi tentang sains, teknologi dan seni telah di berikan oleh para filosof, ilmuan dan budayawan seolah-olah mereka mempunyai definisi masing-masing sesui dengan apa yang merka senangi.
          Sains di Indonesia menjadi ilmu pengetahuan sedangkan dalam sudut pandang filsafat ilmu, pengetahuan dengan ilmu sangat berbeda maknanya. Pengetahuan adalah seghala sesuatu yyang diketahui manusia melalui tangkapan pancaidra, intuisi dan firasat sedangkan, ilmu adalah pengetahuan yang sudah diklasifikasi, diorganisasi, disistemanisasi dan diintrapetasi sehingga menghasilkan kebenaran ojektif.

2.     Rumusan masalah
-        Apakah itu iptek
-        Bagaimana penalaran ipteks dalam kehidupan sehari-hari


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1.     PENGETIAN IPTEKS
Pengetahuan yang di miliki manusia ada 2 jenis, yaitu:
-        Dari luar manusia, ialah wahyu, yang hanya di yakini bagi mereka yang beriman kepada allah swt yang sifatnya mutlak.
-        Dari dalam dieri manusia, dibagi dengan 3 kategori yaitu pengetahuan, 
     Al Quran dan As-sunnah adalah sumber islam yang isi keteranganya mutlak dan wajib diyakini. Kata ilmu dengan berbagai bentuknya terulang 854 kali dalam Al-Quran. Kata ini di gunakan dalam arti proses pencapaian pengetahuan dan objek pengetahuan seningga memperoleh kejelasan.
      Dalam kajian filsafat, setiap ilmu membatasi diri pada salasatu bidang kajian. Sebab itu seseorang yang memperdalam ilmu tertentu disebut sebagai spesialis, sedangkan oramg yang banyak tahu tetapi tidak mendalam disebut generalisis. Karena keterbatasan kemampuan manusia, maka sangat jarang ditemukan orang yang menguasai beberapa ilmu secara mendalam.
       Dalam pemikiran sekuler yang bersumber dari wahyu allah tidak diakui sebagai ilmu, bahkan mereka mempertantangkan antara wahyu dengan akal, agama dipertentangkan dengan ilmu. Sedangkan dalam ajaran islam wahyu dan akal, agama dam ilmu harus sejalan tidak boleh dipertentangkan.
2.     SUMBERIPTEKS
             Dalam pemikiran islam,ada 2 sumber ilmu yaitu akal dan wahyu. Keduanya tidak boleh dipertentangkan. Manusia diberi kebebasan dalam mengembangkan akal budinya berdasarkan tuntunan Al Quran dan Sunnah rasul. Atas dasar itu, ilmu ddalam pemikiran islam ada yang bersifat abadi tingkat kebenarannya mutlak karena bersumber dari allah. Adapola ilmu yang bersifat perolehan tingkat kebenaranya bersifat nisbi karena bersumber dari akal pikiran manusia.
3.     INTEGRASI IMAM,ILMU DAN AMAL
             Menurut oslam, ilmu pada hakekatnya tidak bersifat dikotomik sepeti: ilmu agama-ilmu umum, ulama-intelektual, madrada-sekolah, santri-pelajar dan sebagainya. Menurut Al quran, 2 ayat allah dihadapkan kepada manusia:
             # ayat al-kauniyah (alam semesta dan manusia)
             # ayat al-kauliyah (al quran dan sunnah rasul)
             Interpretasi manisia terhadap fenomena kauniyah melahirkan ilmu pengetahuan. Interpretasi manusia terhadap fenomena kauliyah melahirkan pemahaman agama. Kebenaran hakiki dan sumber ilmu iyalah pada allah swt. Ilmu harus difunsikan sebagai petunjuk.
             Perbuatan baik seseorang tidak akan bernilai amal saleh apabilah perbuatan tersebut tidak dibangun diatas nilai-nilai iman dan ilmu yang benar. Sama halnya dengan pengembangan ipteks yang lepas dari keimanan dan ketakwaan tidak akan bernilai ibadah serta tidak akan menghasilkan kemaslahatan bagi umat manusia dan alam lingkungannya bahkan akan menjadi malah petaka bagi kehidupannya sendiri.
4.     Tanggung jawab ilmuan terhadap alam dan lingkungannya
Ada 2 fungsi utama manusia didunia yaitu sebagai abdun (hamba Allah) dan sebagai khalifa Allah di bumi. Esensi dari abdun adalah ketaatan, ketundukan dan kepatuhan kepada kebenaran dan keadilan Allah, sedangkan esensi khalifa adalah tanggung jawab terhadap diri sendiri dan alam lingkungannya, baik lingkungan social maupun lingkungan alam.
Dalam konteks abdun, manusia menempati posisis sebagai ciptaan Allah. Posisis ini memiliki konsekuensi adanya keharusan manusia untuk taat dan patuh kepada penciptanya.
Manusia diciptakan Alaah dengan 2 kecendrungan yaitu kecendrungan kepada ketaqwaan dan kecendrungan kepada perbuatan fisik. Dengan kedua kecendrungan tersebut, Allah memberikan petunjuk berupa agama sebagai alat bagai manusia untuk mengarahkan potensinya kepada keimanan dan ketaqwaan bukan pada kejahatan yang selalu di dorong oleh nafsu amarah.
Fungsi kedua sebagai khalifah atau wakil Allah dimuka bumi. Manusia diberikan kebebasan untuk mengesplorasi, menggali sumber-sumber daya serta memanfaatkannya sebesar besar kemanfaatan untuk kehidupan umat manusia dengan tidak menimbulkan dampak negative terhadap lingkungan, karena alam diciptakan untuk kehidupan manusia sendiri. Untuk menggali potensi alam dan memanfaatkannya diperlukan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadai.
·        Pertanyaan
1.     Perbedaan ilmu dan pengetahuan
2.     Manusia diciptakan dengan 2 kecendrungan pada perbuatan fisik dan kepada ketaqwaan
3.     Apa kaitan ipteks dengan agama islam
4.     Apa kesimpulan dari materi anda
5.     Apa contoh pengembangan pengetahuan pada saat ini

BAB III
1.     KESIMPULAN
Ilmu pengetahuan itu sangat penting baik dunia maupun akhirat agar ilmu yang kita miliki dapat bermanfaat dan berguna baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Serta tanggung jawab sebagai hamba Allah.

11.  SARAN
Jangan pernah berhenti untuk menuntut ilmu baik alam maupun agama karena itu sangat berguna bagi kita.jadi teruslah meneuntut ilmu yang sebanyak-banyaknya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar